Pringsewu, 28 September 2026 — Sebanyak 32 santri kelas VIII Pondok Pesantren Insan Mulia Boarding School (Pondok Imbos), Kabupaten Pringsewu, Lampung, mengikuti kegiatan BESTARI (Bangun Empati dan Saling Terima dengan Menghargai Diri Sendiri).
Kegiatan yang berlangsung pukul 07.00–15.10 WIB ini bertujuan membangun kesadaran anti perundungan (bullying) melalui penguatan nilai diri (self-worth), konsep diri, dan empati.
BESTARI merupakan projek kepemimpinan kolaboratif 10 mahasiswa PPG Program Studi Bimbingan dan Konseling, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Muhammadiyah Pringsewu Lampung. Kegiatan ini menggabungkan tiga projek mahasiswa menjadi satu rangkaian edukasi yang interaktif dan reflektif.
Terdapat tiga sesi utama dalam kegiatan ini. Sesi pertama, Body Outline, mengajak santri memahami dampak perundungan melalui tulisan reflektif dan komitmen bersama bertajuk “Say No to Bullying”.Sesi kedua,Worthy Board Game, menggunakan permainan edukatif untuk membantu peserta mengenali dan menghargai nilai diri tanpa berorientasi pada kompetisi.Sementara itu, sesi ketiga, Ekspedisi Jejak Diri, mengajak santri mengenali potensi, membangun kerja sama, dan melatih keberanian mengambil keputusan melalui permainan di lima pos.
Ketua pelaksana, Lidya Mariyana, S.Pd., menyampaikan bahwa kegiatan diawali dengan asesmen (pre-test) agar materi dan media yang digunakan sesuai dengan kebutuhan nyata santri. Dengan demikian, kegiatan tidak didasarkan pada asumsi bahwa seluruh peserta mengalami masalah perundungan atau konsep diri.
Kegiatan ini berada di bawah bimbingan Dr. Sofwan Adi Putra, M.Pd., Kons., selaku dosen pengampu Mata Kuliah Projek Kepemimpinan. Pada akhir kegiatan, peserta mengikuti refleksi, pengisian kuesioner evaluasi (post-test), serta menerima sertifikat apresiasi.
BESTARI turut mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 3 tentang kehidupan sehat dan sejahtera, SDG 4 tentang pendidikan berkualitas, serta SDG 10 tentang berkurangnya kesenjangan. Ketiga media yang digunakan dirancang agar dapat dimanfaatkan kembali untuk mendukung pembinaan karakter santri pada angkatan berikutnya.
Hasil evaluasi, termasuk perbandingan pre-test dan post-test, akan disusun dalam laporan akhir yang direncanakan diserahkan kepada dosen pembimbing dan pihak Pondok Imbos paling lambat satu minggu setelah kegiatan.






