Dosen IIB Darmajaya Jadi Narasumber Nasional, Kupas Strategi Lolos P2MW dan PKM 2026 di Institut Teknologi Garut

PENDIDIKAN30 Dilihat

GARUT – Dosen Prodi Bisnis Digital Institut Informatika dan Bisnis (IIB) Darmajaya Lilla Rahmawati, S.Sos., M.M. yang juga Kepala Unit Pelaksana Teknis (UPT) Inkubator Bisnis dan Teknologi (Inkubitek) menjadi narasumber Sosialisasi & Bootcamp Program Pembinaan Mahasiswa Wirausaha (P2MW) dan Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) Tahun 2026 yang diselenggarakan Institut Teknologi Garut pada Rabu, (1/4/26).

Adapun pelaksanaan digelar secara daring melalui zoom meeting dengan materi yang disampaikan “Strategi Lolos Pendanaan P2MW & PKM berdasarkan Best Practice Perguruan Tinggi”. Dalam pemaparannya, Lilla Rahmawati menekankan bahwa proposal bukan sekadar dokumen administratif, melainkan alat utama untuk meyakinkan reviewer bahwa ide bisnis yang diajukan layak untuk didanai. Ia menjelaskan pentingnya membangun mindset yang tepat, mulai dari kejelasan ide, relevansi dengan kebutuhan pasar, hingga model bisnis yang realistis dan dapat dieksekusi oleh tim.

“Proposal yang baik harus mampu menunjukkan problem yang spesifik, solusi yang unik, serta didukung data yang jelas dan logis. Narasi yang kuat juga menjadi kunci agar proposal menonjol di antara yang lain,” ujarnya.

Ia juga memaparkan berbagai kesalahan fatal yang kerap terjadi dalam penyusunan proposal, seperti ide yang terlalu umum, tidak adanya validasi pasar, hingga penggunaan data yang tidak akurat. Selain itu, peserta diberikan tips strategis dalam menyusun proposal, mulai dari pemilihan kategori bisnis, penyusunan sesuai panduan, hingga pentingnya menggunakan sudut pandang investor.

Dalam sesi tersebut, Lilla turut menjelaskan struktur proposal P2MW yang meliputi latar belakang usaha, deskripsi bisnis, rencana kegiatan dan anggaran, hingga analisis keuangan. Ia menekankan bahwa setiap bagian harus saling terintegrasi dan mengacu pada rubrik penilaian yang telah ditentukan.

Menurut Lilla, tahun ini terdapat enam kategori usaha mulai dari tahap bertumbuh dan tahap rintisan. “Dimana masing-masing kategori hanya boleh mengirimkan tiga proposal yang lolos seleksi internal (2 tahap bertumbuh dan 1 tahap rintisan),” ucapnya.

Tak hanya teori, peserta juga diajak memahami best practice melalui contoh proposal usaha yang berhasil, termasuk bagaimana sebuah bisnis mampu memberikan dampak sosial dan ekonomi bagi masyarakat sekitar, seperti pemberdayaan ibu rumah tangga dan pengolahan limbah menjadi produk bernilai tambah.

Kegiatan ini menjadi wadah penting bagi mahasiswa untuk meningkatkan peluang lolos dalam program P2MW dan PKM 2026, sekaligus mendorong lahirnya wirausaha muda yang inovatif dan berdaya saing.

Melalui partisipasi aktif dosen IIB Darmajaya dalam kegiatan nasional ini, diharapkan dapat memperkuat peran institusi dalam mendukung pengembangan kewirausahaan mahasiswa serta memperluas jejaring kolaborasi antar perguruan tinggi di Indonesia. (**)