Bandar Lampung, 6 Juni 2026 – Aksi pencurian handphone yang terjadi di Komplek Yuka, Kelurahan Karang Maritim, nyaris berakhir tragis. Seorang pemuda berusia 29 tahun, Yohanes, harus dianiaya massa setelah ketahuan mencuri satu unit HP Oppo A35 milik Noven (30). Berkat kecepatan dan tindakan tegas Babinsa Kelurahan Karang Maritim, Kopda Ridwan, pelaku berhasil diselamatkan dari amukan warga yang hendak menghakimi sendiri.
Peristiwa bermula pada Sabtu malam, sekitar pukul 20.40 WIB. Pelaku yang merupakan pengangguran asal Jalan Alamsyah Ratu Prawira Negara, RT 04, Mulyajaya, terekam sedang beraksi di rumah korban di komplek yang sama. Aksi pelaku diketahui warga yang langsung berteriak “Maling!”, memicu kemarahan puluhan warga sekitar. Pelaku berhasil dikejar dan diamankan di area samping Lapangan Baruna. Namun, emosi massa tak terbendung. Pelaku dikeroyok hingga mengalami luka robek di bagian kepala akibat hantaman benda tumpul.
Mendapati laporan dari Ketua RT setempat, Kopda Ridwan langsung meluncur ke Tempat Kejadian Perkara (TKP). Tanpa menunggu waktu, ia bersama unsur Linmas dan tokoh masyarakat langsung turun ke tengah kerumunan.
“Situasi saat itu sangat tegang. Warga sudah geram dan pelaku dalam kondisi babak belur. Langkah pertama adalah membentengi pelaku dari amukan massa dan terus menenangkan warga agar tidak bertindak anarkis. Saya tekankan bahwa penegakan hukum adalah wewenang kepolisian, bukan main hakim sendiri,” ujar Kopda Ridwan saat diwawancarai di lokasi.
Dengan pendekatan humanis namun tegas, Babinsa berhasil meredam emosi warga. Pelaku yang sudah sekarat segera dievakuasi ke Puskesmas Panjang untuk mendapat perawatan medis intensif. Setelah kondisinya stabil, pelaku beserta barang bukti langsung diserahkan ke pihak Kepolisian Sektor Panjang untuk proses hukum lebih lanjut.
Danramil 410-01/PJG melalui laporan yang diterima menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada Kopda Ridwan. “Tindakan cepat dan tepat yang dilakukan Babinsa tidak hanya menyelamatkan nyawa seseorang, tetapi juga mencegah timbulnya anarkisme yang dapat merusak kondusivitas wilayah. Ini adalah contoh nyata bagaimana peran Babinsa sebagai pelindung sekaligus penengah di tengah masyarakat,” demikian kutipan dari laporan yang disampaikan ke Kodim 0410/KBL.
Hingga pukul 22.00 WIB, situasi di Jalan Alamsyah Ratu Prawira Negara dan sekitarnya dinyatakan aman dan kondusif. Warga yang semula emosi pun kembali tenang dan memahami jalur hukum yang benar. Pihak kepolisian kini tengah melakukan pengembangan lebih lanjut atas kasus pencurian tersebut.











