Pemkab Way Kanan Menggelar Apel Kesiapsiagaan Menghadapi Kekeringan

WAY KANAN85 Dilihat

Pemerintah Kabupaten Way Kanan menggelar Apel Kesiapsiagaan Menghadapi Kekeringan serta Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di Lapangan Mapolres Way Kanan, Jumat (14/8/2026). Kegiatan ini menjadi langkah strategis untuk memastikan kesiapan personel, sarana-prasarana, hingga mekanisme respons cepat dalam mengantisipasi ancaman musim kemarau.

 

Apel dipimpin langsung oleh Bupati Way Kanan, Ayu Asalasiyah, S.Ked., didampingi Kapolres Way Kanan AKBP Ramdhona dan Dandim 0427/WK Letkol Arm Sigit Windarto.

 

Dalam arahannya, Bupati Ayu menegaskan bahwa posisi geografis Way Kanan yang memiliki kawasan hutan cukup luas menjadikan wilayah ini sebagai penyangga ekosistem penting di Provinsi Lampung. Oleh karena itu, potensi krisis air bersih, gangguan kesehatan akibat asap, hingga dampak ekonomi harus diantisipasi sejak dini.

 

“Apel gelar pasukan ini merupakan wujud nyata komitmen dan kesiapsiagaan kita bersama. Penanggulangan Karhutla dan ancaman kekeringan tidak bisa hanya dibebankan kepada TNI, Polri, maupun BPBD semata, melainkan tanggung jawab seluruh pemangku kepentingan,” tegas Ayu.

 

Bupati menginstruksikan sejumlah langkah konkret yang harus segera dijalankan oleh seluruh tim gabungan di lapangan:

 

Deteksi Dini dan Pemetaan: Melakukan pemetaan wilayah rawan, patroli terpadu, dan pemantauan titik api (hotspot) secara aktif.

 

Edukasi Masyarakat: Mengimbau pelaku usaha dan warga agar tidak membuka lahan dengan cara membakar, serta mengajak masyarakat menghemat penggunaan air bersih.

 

Kesiapan Sarpras & Keselamatan: Memastikan seluruh peralatan pemadam, kendaraan, sistem komunikasi, dan tim medis siap operasional dengan tetap memprioritaskan keselamatan petugas sesuai SOP.

 

Penegakan Hukum Tegas: Menindak secara tegas, profesional, dan proporsional pihak mana pun yang terbukti sengaja melakukan pembakaran hutan dan lahan.

 

Bupati Ayu juga menekankan pentingnya memegang teguh prinsip utama dalam penanganan bencana di Kabupaten Way Kanan.

 

“Mari kita tanamkan prinsip: satu gerakan, satu koordinasi, dan satu komitmen, yaitu cegah sebelum terjadi, siaga sebelum membesar, dan bergerak cepat ketika bencana terjadi,” pungkasnya.

 

Melalui sinergi lintas sektor antara pemerintah daerah, aparat keamanan, relawan, dan masyarakat, Pemkab Way Kanan optimistis potensi ancaman kekeringan dan Karhutla tahun ini dapat ditekan secara maksimal.