Ayo Simak, Apa Saja Strategi Bela Negara untuk Gen Z dari Pangdam XXI/RI

TNI & POLRI207 Dilihat

Bandar Lampung – Pangdam XXI/Radin Inten Mayjen TNI Kristomei Sianturi, S.Sos., M.Si.(Han) membekali 1.350 mahasiswa baru Universitas Teknokrat Indonesia dengan strategi bela negara di tengah berkembangnya ancaman digital melalui penguatan literasi digital, gamifikasi dan war gaming digital, storytelling Pancasila, riset teknologi tepat guna, serta program Duta Digital Pancasila.

Strategi tersebut disampaikan Pangdam XXI/Radin Inten dalam kuliah umum bertajuk “Bela Negara Zaman Now: Relevansi dan Strategi Bela Negara untuk Generasi Z – Bukan Lagi Senapan, Tapi Keyboard dan Karakter”, di Universitas Teknokrat Indonesia, Bandar Lampung, Kamis (17/9/2026).

Dihadapan ribuan mahasiswa baru, Pangdam XXI/Radin Inten menegaskan bahwa makna perjuangan membela bangsa terus berkembang mengikuti perubahan zaman. Jika dahulu bela negara identik dengan kekuatan fisik dan senjata, kini medan pengabdian juga hadir di ruang digital melalui kemampuan berpikir kritis, penguasaan teknologi, literasi informasi, serta karakter yang kuat.

Menurut Pangdam XXI/Radin Inten, ruang siber telah menjadi salah satu medan strategis yang menghadirkan tantangan baru bagi generasi muda. Disinformasi yang menyebar cepat, ancaman terhadap infrastruktur kritis, proxy war ideologi, manipulasi algoritma, hingga pencurian data nasional merupakan bentuk ancaman yang perlu dipahami dan diantisipasi secara cerdas.

Mengakhiri kuliah umum, Pangdam XXI/Radin Inten mengajak mahasiswa Universitas Teknokrat Indonesia membangun kebiasaan “cek dulu sebelum share”, memperkuat verifikasi informasi, menciptakan narasi positif tentang daerah, serta aktif dalam berbagai komunitas yang memberikan manfaat bagi masyarakat.

Sementara kepada Universitas Teknokrat Indonesia, Pangdam XXI/Radin Inten mendorong agar literasi siber semakin terintegrasi dalam mata kuliah Kewarganegaraan melalui pendekatan project-based learning. Langkah tersebut dinilai dapat menjadi ruang bagi mahasiswa untuk mengembangkan kemampuan teknologi sekaligus menanamkan nilai kebangsaan dalam karya nyata.