Lestarikan Budaya dan Perkuat Ekonomi Kreatif, Gubernur Lampung Bersama Bupati dan Wakil Bupati Kunjungi Desa Wisata Anek Mulang Maya

LAMPUNG UTARA1103 Dilihat

Kotabumi (Dialek-news.com)– Pemerintah Kabupaten Lampung Utara terus mendorong pengembangan desa wisata berbasis kearifan lokal sebagai upaya melestarikan warisan budaya sekaligus meningkatkan perekonomian masyarakat.

Komitmen tersebut diwujudkan melalui kunjungan kerja Gubernur Lampung, Ir. Rahmat Mirzani Djausal, S.T., M.M., ke Desa Wisata Mulang Maya, Kecamatan Kotabumi Selatan, Kabupaten Lampung Utara, Kamis 29 Oktober 2026.

 

Dalam kunjungan tersebut, Gubernur Lampung didampingi Bupati Lampung Utara, Dr. Ir. Hamartoni Ahadis, M.Si., Wakil Bupati Lampung Utara, Romli, S.Kom., S.H., M.H., Ketua Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Lampung, Otto Fitriandy, S.H., M.Kn., Ketua DPRD Kabupaten Lampung Utara, Muhammad Yusrizal, S.T., serta jajaran Pejabat Pimpinan Tinggi Pratama Pemerintah Provinsi Lampung dan Pemerintah Kabupaten Lampung Utara bersama unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda).

Kedatangan Gubernur Lampung beserta rombongan diiringi dengan prosesi adat oleh para tokoh adat Sungkai Bunga Mayang dan disambut oleh tokoh adat masyarakat Desa Mulang Maya. Penyambutan berlangsung di kawasan Nuwo Keratun Sino yang diawali dengan pertunjukan pencak silat serta prosesi adat Tetagh Appeng sebagai bentuk penghormatan kepada tamu yang berkunjung.

 

Rangkaian kegiatan dilanjutkan dengan kunjungan ke Nuwo Bandar Nato untuk melihat berbagai benda pusaka peninggalan leluhur masyarakat adat Mulang Maya. Dalam kesempatan tersebut, tokoh adat setempat memberikan penjelasan mengenai sejarah dan nilai budaya yang terkandung dalam benda-benda peninggalan tersebut.

 

Gubernur Lampung bersama Bupati dan Wakil Bupati Lampung Utara kemudian menuju Sessat Abung Tinggi Mulang Maya dengan diiringi tabuhan musik tradisional serta penyambutan masyarakat dan pelajar yang turut memeriahkan kegiatan.

Prosesi adat dilanjutkan dengan penyambutan oleh para tokoh adat melalui pengalungan Selikkep dan Kikat kepada Gubernur Lampung sebelum memasuki Sessat Abung Tinggi.(ADV)

 

*selengkapnya pada caption*