Kenali Tanda Bahaya Stroke, dr. Zam Zanariah: Jangan Tunggu Gejala Hilang, Segera Bawa ke Rumah Sakit

KESEHATAN20 Dilihat

Bandarlampung – Stroke menjadi ancaman kesehatan serius yang membutuhkan kewaspadaan masyarakat. Mengenali gejala sejak awal dan segera mendapatkan pertolongan medis menjadi kunci menyelamatkan nyawa sekaligus mencegah kecacatan permanen.

 

Pesan penting tersebut disampaikan dr. Zam Zanariah, Sp.N, M.Kes., dalam seminar kesehatan bertajuk “Mengenal Tanda Bahaya Stroke” yang digelar Garda Kesehatan Nusantara (GKN) Provinsi Lampung di Ball Room Hotel Horison, Bandar Lampung, Minggu (1/11/2026).

 

Dalam paparannya, dr. Zam Zanariah menegaskan bahwa stroke merupakan kondisi kegawatdaruratan medis. Keterlambatan penanganan dapat memperbesar risiko kerusakan otak, kecacatan, bahkan kematian.

 

“Stroke tidak boleh dianggap sebagai penyakit biasa. Ketika gejalanya muncul, masyarakat harus segera mengenalinya dan membawa pasien ke rumah sakit. Jangan menunggu sampai kondisinya semakin parah, karena waktu sangat menentukan keberhasilan penanganan,” tegas dr. Zam Zanariah.

 

Ia menjelaskan, gejala stroke umumnya muncul secara mendadak, seperti wajah mencong, kelemahan atau kelumpuhan pada salah satu sisi tubuh, serta gangguan berbicara.

 

Gejala lain yang juga harus diwaspadai adalah gangguan penglihatan mendadak, kehilangan keseimbangan, hingga sakit kepala hebat yang muncul tiba-tiba.

 

Masyarakat dapat mengenali gejala stroke melalui metode FAST, yakni Face (wajah tidak simetris), Arms (lengan melemah), Speech (bicara pelo atau sulit berbicara), dan Time (segera mencari pertolongan medis).

 

“Kalau wajah tiba-tiba tidak simetris, salah satu tangan melemah, atau bicara mendadak pelo, jangan dianggap sepele. Itu merupakan tanda bahaya yang harus segera mendapatkan pemeriksaan medis,” ujarnya.

 

Dokter spesialis neurologi tersebut juga mengingatkan pentingnya memahami *golden period* atau periode emas penanganan stroke.

 

Pada pasien stroke akibat sumbatan pembuluh darah, terdapat terapi tertentu yang dapat diberikan dalam rentang waktu terbatas, umumnya hingga 4,5 jam sejak gejala muncul, apabila memenuhi kriteria medis.

 

“Jangan membuang waktu dengan mencoba mengobati sendiri di rumah. Segera bawa pasien ke rumah sakit agar dapat diperiksa dan ditentukan penanganan yang tepat. Semakin cepat ditangani, semakin besar peluang untuk mencegah dampak yang lebih berat,” pesannya.

 

Ia juga mengingatkan keluarga agar mencatat waktu pertama kali gejala muncul atau kapan pasien terakhir diketahui dalam kondisi normal. Informasi tersebut penting bagi dokter dalam menentukan tindakan medis.

 

Seminar kesehatan tersebut merupakan bagian dari rangkaian pelantikan Pengurus Garda Kesehatan Nusantara (GKN) Provinsi Lampung di Hotel Horison.

 

Pelantikan dipimpin Ketua Umum GKN, dr. M. Makky Zamzami, MARS. Sementara Dr. dr. Hj. Reihana, M.Kes., resmi dilantik sebagai Ketua GKN Provinsi Lampung

 

Kegiatan ini terasa semakin istimewa dengan kehadiran dua tokoh penting yang juga merupakan Pembina Garda Kesehatan Nusantara, yakni Wakil Ketua Komisi VII DPR RI, Hj. Chusnunia Chalim, S.H., M.Si., M.Kn., Ph.D., dan Wakil Gubernur Lampung, dr. Jihan Nurlela, M.M.

 

Selain materi stroke, seminar menghadirkan dr. Sigit Pratama I, Sp.JP(K), MARS., yang membahas tanda bahaya penyakit jantung serta dr. Ari Irawan Romulya, Sp.OG, M.H., MARS., yang mengulas pencegahan kanker pada perempuan.

 

Melalui kegiatan ini, GKN Lampung berkomitmen memperluas edukasi kesehatan dan meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya pencegahan serta deteksi dini penyakit.