Bandar Lampung (dialek-news.com): Sekretaris Jaringan Media Siber Indonesia (JMSI) Provinsi Lampung, Anton Kurniawan, mengingatkan mahasiswa untuk terus berkomitmen menjaga idealisme dan memiliki kepekaan sosial terhadap peristiwa yang terjadi di masyarakat.
Hal itu disampaikan Anton Kurniawan saat menjadi narasumber materi tentang Organisasi dan Kepemimpinan dalam kegiatan Orientasi Penerimaan Anggota Baru (OPAB) Unit Kegiatan Mahasiswa Fakultas Kelompok Studi Seni (UKMF KSS) FKIP Unila, Sabtu (7/11/2026).
“Teman-teman mahasiswa adalah calon pemimpin di masa depan, sumber daya paling potensial yang memiliki peran sangat penting untuk menciptakan perubahan bagi kemajuan negara ini. Karena itu, wajib bagi mahasiswa untuk menjaga idealisme dan tidak terkontaminasi hal-hal yang beraroma politik praktis di kampus,” ucap Anton.
Sebagai agen perubahan dan pemimpin masa depan, ucap Anton, mahasiswa punya tanggung jawab besar untuk mengenali dan menggali potensi diri masing-masing. Itulah sebabnya, mengapa berorganisasi menjadi penting bagi seorang mahasiswa.
“Dengan berorganisasi kita akan belajar banyak hal, di antaranya menekan ego pribadi, membangun rasa percaya diri, bagaimana menyikapi kritik, bagaimana menjalankan tanggung jawab, atau bagaimana bekerja bersama demi kemajuan organisasi,” ujar Anton.
“Ruang kuliah itu sangat penting bagi mahasiswa dalam belajar berbagai ilmu secara teori. Organisasi seharusnya menjadi ruang bagi kita untuk menerapkan dan menguatkan teori yang kita dapat di dalam ruang kuliah,” ucapnya.
Menurut alumni FKIP Unila ini, selain menjaga idealisme dan meningkatkan kapasitas diri, mahasiwa juga harus responsif terhadap peristiwa yang terjadi di tengah masyarakat. Mahasiswa tidak boleh tercerabut dari masyarakat.
“Mahasiswa punya posisi strategis dalam kehidupan sosial masyarakat. Oleh sebab itu, kampus tidak boleh menara gading yang terpisah dari persoalan masyarakat,” tegas Anton mengingatkan.
Dia juga mengingatkan mahasiswa agar dalam berorganisasi, secara konsisten mengembangkan tiga kapasitas, yaitu: kapasitas intelektual, kapasitas moral, dan kapasitas sosial.
“Dengan berorganisasi teman-teman mahasiswa harus bisa mengembangkan intelektualitas, mampu berpikir kritis, membaca persoalan dan menyampaikan gagasan; dari sisi moral, mahasiswa harus punya integritas dan berani berpihak pada kebenaran; secara sosial, sebagai mahasiswa kalian wajib bisa bekerja sama dan memberikan manfaat bagi masyarakat.”
“Organisasi harus menjadi ruang untuk mengembangkan ketiganya. Jadilah anggota organisasi yang berkualitas. Bangun kapasitas, pengalaman, dan kepercayaan diri. Nikmati semua prosesnya, dan jalani dengan ikhlas, insya Allah akan ada dampak positif di masa depan,” ucapnya.
Dalam kesempatan ini, Anton juga menyoroti mahasiswa di Lampung, yang menurutnya kurang responsif terhadap berbagai persoalan yang dihadapi masyarakat, di antaranya dampak kebakaran hutan dan lahan (karhutla) atau antrean kendaraan yang akan mengisi bahan bakar di SPBU di berbagai wilayah di Lampung.
“Cukup disayangkan, saya belum melihat gerakan atau mendengar suara mahasiswa di Lampung, khususnya mahasiswa Unila, dalam menyikapi berbagai persoalan yang dihadapi masyarakat hari ini, misalnya terkait Karhutla di Taman Nasional Way Kambas atau antrean BBM. Atau memang saya yang kurang informasi,” pungkasnya. (Herdi)












