Gelar Coaching Clinic Penyusunan Proposal P2MW, Mahasiswa IIB Darmajaya Dibekali Strategi Menarik Investor

PENDIDIKAN13 Dilihat

BANDAR LAMPUNG — Institut Informatika dan Bisnis (IIB) Darmajaya melalui Inkubator Bisnis dan Teknologi (Inkubitek) menggelar Coaching Clinic Penyusunan Proposal Program Pembinaan Mahasiswa Wirausaha (P2MW) di Co-Working Space DSC lantai 2 pada Kamis (12/3/2026). Kegiatan ini menjadi wadah pembekalan bagi mahasiswa yang ingin menyiapkan proposal bisnis terbaik untuk mengikuti program P2MW.

Kepala UPT Inkubitek IIB Darmajaya, Lilla Rahmawati, S.Sos., M.M, hadir sebagai pemateri utama dan memaparkan berbagai strategi penting dalam menyusun proposal bisnis yang kompetitif. Dalam pemaparannya, Lilla menegaskan bahwa langkah awal yang harus diperhatikan mahasiswa adalah memilih kategori bisnis yang tepat. “Mahasiswa harus menentukan kategori bisnis yang sesuai, apakah di bidang F&B atau bisnis digital. Pemilihan kategori yang tepat akan mempengaruhi arah penyusunan proposal,” ujarnya.

Ia juga menekankan bahwa proposal harus disusun sesuai dengan panduan yang telah ditetapkan. Menurutnya, kelengkapan dan keakuratan data pendukung menjadi salah satu faktor penting yang menentukan kualitas proposal.

Lilla menjelaskan bahwa mahasiswa perlu selalu mengacu pada rubrik penilaian pada setiap kategori yang diikuti. Dengan memahami aspek penilaian tersebut, mahasiswa dapat menyusun proposal yang lebih terarah dan sesuai dengan kriteria yang diharapkan oleh reviewer.

Selain itu, ia mendorong peserta untuk menyusun proposal dengan menggunakan sudut pandang investor. Menurutnya, pendekatan tersebut akan membantu mahasiswa menilai apakah ide bisnis yang diajukan memiliki potensi untuk dikembangkan. “Coba tempatkan diri sebagai investor. Apakah ide bisnis ini layak didukung dan memiliki peluang berkembang?” katanya.

Ia juga menambahkan bahwa proposal sebaiknya memberikan penekanan kuat pada produk yang diusulkan, terutama jika produk tersebut berasal dari hasil riset di perguruan tinggi asal mahasiswa. Hal ini dinilai dapat meningkatkan nilai inovasi serta daya saing proposal.

Dalam kesempatan tersebut, Lilla turut menyinggung pemanfaatan teknologi kecerdasan buatan dalam penyusunan proposal. Ia menjelaskan bahwa penggunaan AI tidak dilarang, namun harus tetap mengikuti ketentuan yang berlaku. “Penggunaan AI boleh saja, tetapi tetap mengacu pada Panduan Penggunaan Generative Artificial Intelligence pada Pembelajaran di Perguruan Tinggi,” jelasnya.

Melalui kegiatan coaching clinic ini, Inkubator Bisnis dan Teknologi IIB Darmajaya berharap mahasiswa semakin siap menyusun proposal bisnis yang berkualitas, inovatif, dan mampu bersaing dalam program P2MW. Antusiasme peserta terlihat dari aktifnya mahasiswa berdiskusi serta mengajukan berbagai pertanyaan terkait pengembangan ide bisnis mereka.(**)