KOTABUMI (dialek-news.com)– Memasuki awal Februari 2026, intensitas hujan yang tinggi memicu banjir susulan di sejumlah wilayah Kabupaten Lampung Utara. Salah satu lokasi terparah berada di Kelurahan Kota Alam, tepatnya di kawasan Rawa Karya, di mana sekitar 50 rumah warga mulai terendam air sejak kemarin.
Banjir ini disebabkan oleh hujan deras yang mengguyur wilayah Lampung Utara selama beberapa hari terakhir tanpa henti. Kondisi ini diperparah dengan adanya pendangkalan di dua sungai besar yang melintasi kabupaten tersebut, yakni Sungai Way Rarem dan Sungai Way Abung. Akibat sedimentasi, kedua sungai tersebut tidak lagi mampu menampung debit air yang meningkat drastis, sehingga meluap ke pemukiman warga.
Pantauan di lapangan menunjukkan sinergi antar instansi yang sigap di lokasi bencana. Personel dari Palang Merah Indonesia (PMI) Lampung Utara, BPBD, serta aparat TNI dan Polri telah bersiaga di titik-titik rawan.
Dengan menggunakan perahu karet, petugas gabungan berjibaku membantu warga mengevakuasi barang-barang berharga serta lansia dan anak-anak ke tempat yang lebih aman. “Kami fokus pada keselamatan warga. Sejak kemarin, tim PMI sudah melakukan survei di beberapa titik banjir untuk memetakan kebutuhan mendesak masyarakat,” ujar Kepala Markas PMI Lampung Utara di lokasi.
Hingga berita ini diturunkan, petugas masih terus memantau pergerakan debit air. Warga diimbau untuk tetap waspada terhadap potensi banjir kiriman, mengingat prakiraan cuaca menunjukkan curah hujan masih akan tinggi dalam beberapa hari ke depan.
Pemerintah daerah diharapkan segera melakukan langkah jangka panjang, termasuk normalisasi sungai Way Rarem dan Way Abung, guna meminimalisir risiko banjir tahunan yang terus berulang di Bumi Ragem Tunas Lampung ini.






