(dialek-news.com) Bupati Way Kanan, Ayu Asalasiyah, S.Ked., membuka Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Tahun 2026 Tingkat Kecamatan Way Tuba yang digelar pada Rabu (11/02/2026). Kegiatan ini merupakan bagian dari agenda tahunan perencanaan pembangunan daerah dalam rangka penyusunan Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Tahun 2027 sekaligus pelaksanaan RPJMD Kabupaten Way Kanan Periode 2025–2029.
Dalam sambutannya, Bupati menegaskan bahwa Musrenbang kecamatan menjadi forum strategis untuk menyepakati usulan prioritas pembangunan yang akan menentukan arah kemajuan Way Kanan lima tahun ke depan.
“Fondasi pembangunan yang kita letakkan hari ini akan menentukan wajah Way Kanan ke depan. Karena itu, setiap usulan harus fokus, terukur, dan benar-benar menjawab kebutuhan masyarakat,” ujar Bupati Ayu Asalasiyah.
Untuk Tahun 2027, Pemerintah Kabupaten Way Kanan mengusung tema pembangunan “Peningkatan Kualitas Sumber Daya Manusia dan Penguatan Ekonomi Lokal yang Didukung Konektivitas Infrastruktur dan Layanan Dasar Berkelanjutan.” Tema tersebut dijabarkan dalam lima prioritas pembangunan daerah, yakni peningkatan kualitas SDM melalui pemerataan layanan pendidikan dan kesehatan serta percepatan penurunan stunting; penguatan ekonomi berbasis potensi lokal melalui hilirisasi pertanian dan pemberdayaan UMKM; peningkatan konektivitas dan infrastruktur wilayah; penguatan tata kelola pemerintahan dan pelayanan publik berbasis digital hingga tingkat kampung; serta pengelolaan lingkungan hidup berkelanjutan dengan memperhatikan mitigasi bencana.
Secara khusus, Bupati menyampaikan evaluasi capaian pembangunan di Kecamatan Way Tuba berdasarkan data Indeks Desa (ID) Tahun 2025. Rata-rata Nilai Indeks Desa di Way Tuba berada pada angka 73,07, masih di bawah rata-rata kabupaten sebesar 77,67. Dari 14 kampung yang ada, 2 kampung berstatus Mandiri, yakni Kampung Bukit Gemuruh dan Bukit Harapan, 7 kampung berstatus Maju, dan masih terdapat 5 kampung berstatus Berkembang. Capaian tertinggi diraih Kampung Bukit Gemuruh dengan skor 86,61, disusul Kampung Bukit Harapan dengan skor 83,94.
Menurut Bupati, capaian tersebut patut diapresiasi namun juga menjadi pekerjaan rumah bersama.
“Kita patut bersyukur sudah ada kampung yang berstatus Mandiri. Namun lima kampung yang masih Berkembang harus menjadi fokus perhatian bersama agar segera naik status. Pembangunan harus merata dan dirasakan seluruh masyarakat Way Tuba,” tegasnya.
Selain evaluasi capaian, Bupati juga memberikan arahan khusus terkait antisipasi bencana hidrometeorologi. Ia meminta camat dan seluruh kepala kampung menggerakkan aparatur serta masyarakat untuk bergotong royong melakukan normalisasi saluran drainase dan memastikan fungsi embung desa berjalan optimal guna mengurangi risiko banjir. Kewaspadaan terhadap potensi bencana perlu terus ditingkatkan demi melindungi keselamatan dan aset warga.
Di sisi lain, Bupati juga menekankan pentingnya pelestarian lingkungan sebagai bagian dari pembangunan berkelanjutan. Gerakan penanaman pohon di area kritis perlu digalakkan kembali sebagai upaya menghadapi perubahan iklim.
“Pembangunan ekonomi tidak boleh mengorbankan kelestarian lingkungan. Kita ingin maju, tetapi tetap menjaga keseimbangan alam untuk generasi mendatang,” ujarnya.
Dalam kesempatan tersebut, Bupati juga menyampaikan kondisi fiskal daerah yang masih bergantung sekitar 90 persen pada dana transfer dari pemerintah pusat dan provinsi. Pada Tahun 2026, pendapatan daerah mengalami penurunan sebesar Rp164 miliar dibandingkan tahun sebelumnya akibat kebijakan efisiensi Transfer ke Daerah (TKD). Menyikapi hal ini, Pemerintah Kabupaten Way Kanan memprioritaskan belanja wajib dan mengikat, termasuk gaji dan tunjangan ASN, pengangkatan PPPK Paruh Waktu, belanja mandatory pendidikan dan kesehatan, Alokasi Dana Kampung, serta pemenuhan Standar Pelayanan Minimal.
Meski dihadapkan pada keterbatasan anggaran, Pemerintah Kabupaten Way Kanan terus berupaya meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) dan memperkuat sinergi dengan pemerintah provinsi maupun pusat melalui usulan program pembangunan infrastruktur dan pelayanan publik.
Melalui Musrenbang Kecamatan Way Tuba ini, diharapkan terbangun komitmen bersama untuk mendorong percepatan peningkatan status desa, memperkuat ketahanan wilayah, serta menghadirkan pembangunan yang merata dan berkelanjutan menuju Way Kanan Mandiri dan Sejahtera.







