Polda Lampung Perketat Patroli Ramadan, Cegah Balap Liar dan Perang Sarung

TNI & POLRI112 Dilihat

LAMPUNG(dialek-news.com) – Polda Lampung meningkatkan patroli malam hingga jelang sahur, pada bulan Ramadan. Langkah ini difokuskan untuk mencegah balap liar, perang sarung, dan potensi tawuran remaja yang kerap muncul usai tarawih.

 

Patroli menyasar titik rawan di kawasan perkotaan hingga pinggiran. Personel gabungan diterjunkan untuk memastikan situasi tetap aman, sekaligus memberi imbauan langsung kepada kelompok remaja yang masih berkumpul larut malam.

 

Kabid Humas Polda Lampung, Kombes Pol Yuni Iswandari, menegaskan bahwa Ramadan harus menjadi momentum memperbanyak ibadah, bukan ajang unjuk keberanian di jalanan.

 

“Ramadan adalah bulan suci. Kami ingin memastikan masyarakat bisa beribadah dengan aman dan nyaman tanpa gangguan balap liar maupun aksi yang membahayakan keselamatan,” ujarnya, Minggu (22/2/2026).

 

Menurutnya, patroli dilakukan secara dialogis dan humanis. Polisi lebih mengedepankan pendekatan persuasif, terutama kepada para remaja yang kedapatan nongkrong hingga dini hari.

 

“Kami tidak serta-merta melakukan penindakan. Petugas lebih dulu memberikan edukasi dan mengingatkan risiko hukum serta bahaya kecelakaan yang bisa terjadi,” jelasnya.

 

Selain patroli, Polda Lampung juga menggandeng orang tua dan tokoh masyarakat agar turut mengawasi aktivitas anak-anaknya pada malam hari. Peran keluarga dinilai menjadi kunci pencegahan.

 

“Kami mengajak para orang tua untuk lebih peduli dan memastikan anak-anak berada di rumah setelah tarawih. Pengawasan keluarga sangat penting untuk mencegah hal-hal yang tidak diinginkan,” tegas Yuni.

 

Tak hanya itu, kepolisian juga memetakan lokasi yang kerap dijadikan arena balap liar. Pengawasan diperketat pada jam-jam rawan, khususnya setelah tengah malam hingga menjelang sahur.

 

“Jika ditemukan pelanggaran yang membahayakan keselamatan publik, tentu akan kami tindak sesuai aturan. Keselamatan masyarakat adalah prioritas utama,” tandasnya.

 

Polda Lampung berharap upaya preventif ini mampu menekan potensi gangguan kamtibmas selama Ramadan. Dengan sinergi antara polisi dan masyarakat, bulan suci diharapkan berlangsung aman, tertib, dan penuh keberkahan.