Dosen IIB Darmajaya Siapkan Lompatan Digital untuk UMKM Tempe Sukarame

PENDIDIKAN36 Dilihat

BANDAR LAMPUNG — Komitmen terhadap hilirisasi riset dan penguatan UMKM kembali ditegaskan tim dosen Institut Informatika dan Bisnis (IIB) Darmajaya. Melalui skema penelitian dan pengabdian kepada masyarakat, para akademisi merancang program pendampingan teknologi otomasi dan Internet of Things (IoT) bagi pabrik tempe milik Juli Nursandi, S.Pi., M.Si., dosen D3 Budidaya Perikanan Polinela, yang berlokasi di Kecamatan Sukarame, Bandar Lampung.

Kunjungan awal yang berlangsung pada Selasa (24/2/26) ini melibatkan Ketua Prodi Sistem Komputer/IoT Dr. Dodi Yudo Setyawan, S.Si., M.T.I; Ketua Program Studi Teknologi Pangan Dr. Refi Arioen, S.T.P., M.T.A; Dosen Prodi Sistem Komputer/IoT Zaidir Jamal, S.T., M.Eng; Wakil Dekan Fakultas Ilmu Komputer Nurfiana, S.Kom., M.Kom.; Dosen Prodi Teknologi Pangan Puan Mutia Ayunisa, S.T.P., M.T.P.; serta Dosen Prodi Teknik Informatika Rahmalia Syahputri, S.Kom., M.Eng.Sc. Kolaborasi lintas bidang ini menjadi langkah strategis untuk memetakan kebutuhan mitra secara komprehensif.

Berdasarkan hasil observasi awal, proses produksi tempe di lokasi mitra masih didominasi metode sederhana dan manual, mulai dari pengendalian fermentasi hingga penimbangan dan pengemasan. Kondisi ini membuka peluang besar untuk meningkatkan efisiensi, konsistensi mutu, serta daya saing produk melalui penerapan teknologi tepat guna.

Ketua Prodi Sistem Komputer/IoT Dr. Dodi Yudo Setyawan, S.Si., M.T.I menegaskan bahwa program ini dirancang sebagai solusi berbasis kebutuhan riil mitra. Ia menjelaskan, tim akan memfokuskan riset pada otomasi proses kritis, seperti kontrol suhu fermentasi serta integrasi sistem penimbangan dan pengemasan.

“Kami melihat potensi besar untuk meningkatkan konsistensi kualitas tempe melalui penerapan sensor dan sistem IoT. Harapannya, proses yang saat ini masih manual dapat menjadi lebih terukur, efisien, dan mudah dipantau,” ujar Dodi.

Tim Sistem Komputer (SK) Darmajaya menyiapkan rencana penerapan teknologi otomasi dan IoT yang meliputi pengembangan sistem kontrol suhu ruang fermentasi berbasis sensor, perancangan timbangan digital terintegrasi, hingga konsep lini packaging otomatis. Detail teknis pengembangan sistem ini akan dimatangkan lebih lanjut oleh tim peneliti.

Tidak hanya dari sisi rekayasa teknologi, dukungan juga disiapkan dari bidang Teknologi Pangan. Program ini mencakup rencana pengujian kandungan gizi tempe, peningkatan standar mutu produk, serta eksplorasi diversifikasi olahan tempe guna memperluas nilai tambah usaha mitra.

Sebagai bagian dari penguatan aspek legal dan kepercayaan pasar, tim pengabdian juga akan melakukan pendampingan dalam proses pengurusan sertifikasi halal. Langkah ini dinilai strategis untuk membuka akses pasar yang lebih luas sekaligus meningkatkan kredibilitas produk UMKM.(**)