Bupati Pringsewu Bawa Suara Petani ke Mentan, dari Sawah Puso hingga Harapan Cetak 1.000 Hektare Sawah Baru

POLITIK, PRINGSEWU58 Dilihat

PRINGSEWU — Bukan sekadar menyambut tamu, Bupati Pringsewu Riyanto Pamungkas memanfaatkan momentum Pesta Rakyat Petani dalam rangka Hari Tani Nasional 2026 untuk menyampaikan langsung kebutuhan masyarakatnya kepada Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman. Di hadapan Mentan yang hadir di kawasan persawahan Pringsewu, Minggu (25/10/2026), Riyanto, yang juga menjabat sebagai Ketua DPD PKS Pringsewu, menyuarakan persoalan yang selama ini dirasakan petani: lahan terdampak puso, keterbatasan air irigasi, hingga kebutuhan memperluas areal persawahan.

Salah satu persoalan yang disampaikan adalah sekitar 700 hektare lahan pertanian yang mengalami puso dan membutuhkan dukungan benih untuk kembali ditanami. Riyanto juga mengangkat rencana pencetakan sawah baru hingga 1.000 hektare yang membutuhkan dukungan infrastruktur pengairan. Baginya, perluasan lahan pertanian tidak cukup hanya dengan membuka sawah baru; ketersediaan air harus dipastikan agar petani dapat mengolah lahan secara berkelanjutan.

Aspirasi itu mendapat respons langsung dari Mentan Amran. Dalam dialog bersama petani, Mentan menyatakan dukungan benih gratis untuk lahan terdampak puso, membahas penyediaan lima pompa air, serta merespons kebutuhan sarana pertanian lainnya. Usulan bendung untuk mendukung rencana sawah baru juga dibahas untuk ditindaklanjuti melalui koordinasi dengan pihak terkait. Selain itu, bantuan sumur bor untuk kelompok tani Wana Makmur turut disetujui, disertai arahan untuk melakukan survei geolistrik.

Di hadapan Presiden PKS Almuzzammil Yusuf, Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal, dan para petani, persoalan pertanian Pringsewu menjadi bagian penting dari dialog dalam Pesta Rakyat Petani. Pertemuan tersebut memperlihatkan bagaimana momentum acara dapat dimanfaatkan untuk mempertemukan kebutuhan daerah dengan pemerintah pusat. Harapannya, respons yang disampaikan di lokasi tidak berhenti sebagai komitmen, tetapi berlanjut menjadi realisasi yang manfaatnya dirasakan langsung oleh petani.

Bagi Riyanto Pamungkas, baik dalam kapasitasnya sebagai Bupati Pringsewu maupun Ketua DPD PKS Pringsewu, memperjuangkan kebutuhan petani berarti memastikan aspirasi masyarakat tersampaikan kepada pihak yang memiliki kewenangan mengambil keputusan. Dengan dukungan pemerintah pusat, pemerintah daerah berharap persoalan pengairan dapat diatasi, lahan puso kembali produktif, dan rencana perluasan sawah memperoleh jalan keluar. Sebab bagi petani Pringsewu, harapan paling sederhana sekaligus paling penting adalah sawah yang mendapat air cukup, benih yang tersedia, dan hasil panen yang mampu menopang kesejahteraan keluarga.