BANDAR LAMPUNG – Ratusan warga Kelurahan Sumberejo, Kecamatan Kemiling, Kota Bandar Lampung, antusias mengikuti kegiatan Sosialisasi Pembinaan Ideologi Pancasila dan Wawasan Kebangsaan yang digelar pada Jumat (30/1/2026).
Kegiatan rutin tersebut menghadirkan narasumber Haji Suparman dan Ken Setiawan yang memaparkan pentingnya pemahaman nilai-nilai Pancasila serta penguatan semangat kebangsaan dalam menghadapi berbagai tantangan sosial di era modern.
Wakil Ketua I DPRD Provinsi Lampung dari PDI Perjuangan menegaskan, sosialisasi ideologi Pancasila memiliki peran strategis dalam menjaga persatuan dan memperkuat karakter bangsa di tengah dinamika sosial yang terus berkembang.
“Pancasila bukan sekadar lambang negara, tetapi fondasi utama kehidupan berbangsa dan bernegara. Pemahaman yang kuat terhadap Pancasila akan membantu masyarakat menghadapi tantangan seperti intoleransi, radikalisme, dan potensi konflik sosial,” ujarnya.
Ia menjelaskan, Pancasila yang dirumuskan pada 1 Juni 1945 oleh Badan Penyelidik Usaha-usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia (BPUPKI) mengandung lima sila yang menjadi pedoman dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara, yakni Ketuhanan Yang Maha Esa; Kemanusiaan yang Adil dan Beradab; Persatuan Indonesia; Kerakyatan yang Dipimpin oleh Hikmat Kebijaksanaan dalam Permusyawaratan/Perwakilan; serta Keadilan Sosial bagi Seluruh Rakyat Indonesia.
Dalam kegiatan tersebut, warga juga diberi ruang untuk berdiskusi dan bertanya secara langsung terkait implementasi nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari. Para narasumber menekankan pentingnya peran keluarga, dunia pendidikan, dan lingkungan masyarakat dalam menanamkan nilai kebangsaan sejak dini.
“Melalui sosialisasi ini, kami berharap masyarakat tidak hanya memahami Pancasila secara teoritis, tetapi mampu mengamalkannya dalam interaksi sosial dan aktivitas sehari-hari, sehingga persatuan dan harmoni tetap terjaga,” tambah Wakil Ketua I DPRD Lampung yang juga Bendahara DPD PDI Perjuangan Provinsi Lampung tersebut.
Kegiatan sosialisasi ini sekaligus menjadi momentum untuk memperkuat wawasan kebangsaan, meningkatkan kepedulian terhadap nilai toleransi, gotong royong, serta keadilan sosial yang semakin dibutuhkan masyarakat di tengah arus globalisasi













