PERTENGAHAN April 2026 begitu basah. Hujan beberapa kali turun cukup deras. Panah-panah air melesat menembus alam bawah sadar dan membasahi wajah-wajah lelah, dedaunan, aspal jalan, juga umbul-umbul dan bendera berlogo JMSI yang tertancap di halaman Gedung Balai Keratun Kantor Gubernur Lampung.
Sebuah peristiwa yang tidak sering terjadi, dan sangat pantas disimpan dalam memori serta layak dikenang sebagai sebuah perjuangan bagi seluruh Anggota dan Pengurus JMSI Provinsi Lampung yang “sukses” menggelar Pelantikan Pengurus Periode 2025 – 2030.
Tidak main-main, prosesi pelantikan dilaksanakan di jantung pemerintahan Provinsi Lampung; Kantor Gubernur, yang dilanjutkan dengan Rapat Kerja Daerah di hotel Emersia yang berjalan begitu serius dan intens, membahas berbagai program yang bakal dilaksanakan tahun ini. Ahmad Novriwan (Anov) kembali dipercaya menakhodai JMSI Lampung untuk periode kedua.
Bagi saya, ini menjadi signal sekaligus sebuah metafora bahwa organisasi ini siap mendukung Pemerintah Provinsi Lampung, namun juga akan tetap kritis memberikan koreksi atas setiap kebijakan yang tidaknberpihak kepada masyarakat.
Namun, ada hal lain; sebuah catatan penting yang harus dipegang teguh dan disadari setiap Anggota JMSI Provinsi Lampung. “Kesuksesan” Pelantikan dan Rakerda Perdana di Tahun 2026 ini hanyalah awal dari sebuah perjalanan.
Dia menjadi simbol; sebuah penanda bahwa JMSI Lampung akan menempuh perjalanan panjang melalui jalan setapak berliku yang diyakini akan menghadapi berbagai tantangan dan rintangan. Oleh sebab itu, setiap Anggota dan Pengurus JMSI Lampung mesti menyiapkan energi yang cukup, jiwa korsa, soliditas dan yang paling penting adalah kesamaan tujuan untuk membangun organisasi ini menjadi kuat dan profesional serta memberikan kemaslahan bagi Provinsi Lampung yang kita cintai ini.
Mengutip Nelson Mandela dalam buku autobiografinya “Long Walk to Freedom”, mengatakan “Setelah mendaki sebuah bukit yang tinggi, kita baru menyadari bahwa masih banyak bukit lain yang harus didaki.”
Ungkapan mantan Presiden Afrika Selatan ini, rasanya cukup tepat untuk mengambarkan kondisi JMSI Lampung saat ini, dan layak menjadi bahan refleksi bagi semua Anggota dan Pengurus JMSI Lampung.
Perjalanan baru saja dimulai, jalan setapak yang akan kita tempuh begitu berduri dan menjanjikan medan yang keras dan ganas, juga badai dan beragam rintang. Diperlukan komitmen yang kuat dan kekompakan seluruh pengurus dan anggota. Soliditas menjadi kunci agar perjalanan panjang ini bisa kita tempuh dan selamat sampai tujuan.
Selamat kepada Pengurus JMSI Lampung yang telah dilantik, momentum ini pantas kita rayakan sebagai sebuah kesuksesan, tapi tidak secara berlebihan. Saatnya kita bergandengan tangan saling dukung, bahu membahu bekerja bersama, berikhtiar diiringi doa kepada Tuhan Semesta Alam Allah Swt. agar kita selamat sampai tujuan.
Terima kasih kepada Bapak Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal dan Sekretaris Daerah Provinsi Lampung Bapak Marindo Kurniawan serta Forkopimda dan semua pihak yang telah mendukung suksesnya kegiatan Pelantikan dan Rakerda JMSI Provinsi Lampung.
“Sekali Bendera Dikibarkan, Takkan Lekang Dihantam Badai”. Tabiik
ANTON KURNIAWAN. Warga biasa tinggal di Bandar Lampung, sekretaris JMSI Provinsi Lampung.







