Bandar Lampung.Minggu, 13 Juni 2026 – Pengurus Daerah KAMMI Bandar Lampung menyoroti permasalahan Indonesia Saat ini mengenai rupiah naik, rakyat makin tercekik.
Selaras dengan pernyataan Sekretaris Jendral KAMMI Bandarlampung saudara Harbie “KAMMI kota Bandarlampung hadir sebagai bentuk perpanjangan tangan rakyat yang hari ini memiliki gak bersuara dan berpendapat juga sangat merasa tertindas atas polemik yang terjadi hari ini.”
Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat berada di kisaean Rp18. 176 per USD 3-9 juni 2026. Angka tersebut menjadikan rupiah berada dititik terlemah sepanjang sejarah Indonesia. Perlemahan ini bukan hanh fluktuasi mata uang, melainkan ancaman langsung terhadap daya beli masyarakat, terutama bagi kelompok pekerja dan masyarakat kecil yang paling rentan terhadap gejolak ekonomi.
Selain itu kenaikan harga pertamax. Kenaikan harga pertamax mendorong meningkatnha biaya transportasi, distribusi, dan produksi yang pada akhirnya berpotensi menaikkan harga berbagai kebutuhan pokok.
Kondisi ini menimbulkan tekanan berlapis terhadap kehidupan masyarakat, terutama kelompok berpenghasilan menengah ke bawah yang daya belinya semakin tergerus. Sementara harga harga terus meningkat, pendapatan sebagian besar masyarakat tidak mengalami kenaikan yang sebanding. Akibatnya, beban ekonomi semakin berat dan kesejahteraan masyarakat semakin teracam.
Selain itu, kebobrokan MBG dan KDMP yang semakin tidak jelas kebijakannya. Tidak ada yang menolak anak-anak Indonesia memperoleh makanan bergizi. Tetapi kebijakan publim tidak diukur dari niat. Kebijakan publik diukur dari tata kelola. Pun sama dengan KDMP.
Hal ini KAMMI Daerah Lampung menyatakan sikap
1. 1. Pemerintah perlu segera mengambil langkah konkret dalam menstabilkan nilai tukar rupiah.
2. Turunkan Harga BBM non-subsidi, sebab lonjakan harga yang terlalu signifikan akan berdampak langsung pada daya beli masyarakat san memicu tekanan ekonomi yang lebih luas.
3. Program MBG dan Pembangunan Koperasi Desa Merah Putih












